Rabu, 07 Maret 2012
PUISI
UNTUKMU IBU
By, Hanafi el-Sila
Ibu…!
Engkau, purnama yang selalu menyinari alam ini
Sabdamu sanggup menundukan iblis sujud kapada adam
Sebab Tiada nasehat yang paling indah kecuali kelembutan kasih sayangmu
Ibu…!
Engkau menjadi semboyan syurga
Kecantikan hatimu membuat malu bidadari syurga
Do’a dan jua harapmu
Mampu menghentikan awan mengaliri lautan langit
Hingga Iblis-pun mengimis memohon ampun dibalik kerudung malumu
Ibu…!
Engkau lambang keshalehan nabi-nabi
Perjuanganmu bagai tapak kesempurnaan risalah pembawa pesan
Yang haus akan kelembutan dan jua keteduhan senyum sahajamu
Ibu…!
Hingga tiap tetesan darahmu sanggup memaksa Tuhan murka
Atau restu menuntun senyum luka jalanku
Ibu…!
Lantunkan do’a sujudmu untukku
Hingga tiada alasan bagi Tuhan menunda pertemuanku denganmu
Ibu…!
Aku masih menjadi titisan tangis heningmu
Dalam rintih bening malam ketika munajat restumu
Terangkat
-izinkan aku membawa beban pencarian sejatinya kehidupan.
Jakarta, 05 April 2010.
AKU HADIR DALAM KETIADAANMU
“el-Sila”
Dikala aku hadir dalam bayanganmu…
Dikala aku rindu kenanganmu, bersama tu engkau melupakanku
Dalam setiap nafasku, bermuara aura senyummu..
Bersemi dalam ketiadaan…
Kasih…. !!!
aku hadir menjadi rambulan hayatmu
Jadikan aku kekasih jiwa
Walau hanya dalam bayangmu
q-ingin memelukmu… hingga akhir nafasku.
Kasih…!!!
Tiadakah ruang cintamu
Tuk berlabuhnya perasaan ni…
Tidakkah kau rasakan denyutan rindu
Yang slalu mengukir indahnya perasaan cinta
Kasih…!!!
Sungguh tiada berarti
Kasih sayang ni, tanpa dibalut dengan senyum nenawanmu..
Kasih…!!!
Kenapa hati ni hadir dalam ketiadaan…
Sungguh…Kau tiada pernah kan terganti
Dalam tahta cinta ni
Hingga tetesan terakhir air kehidupan
Permata Bintaro
23 Maret 2011.
“KESAKSIAN PETANG”
Dikala petang membungkus sinar matahari…!!!
aq duduk termenung dalam singgasana beratap langit.
Dikala malam mulai menakuti siang…
Dikala gelap mulai menyelimuti alam…
aku berpikir…!!!
alangkah indah biru langit
terpancar cahaya mata bidadari
yang begitu indah nan memukau jiwa..
Dikala adzan terhembus dari ayunan lidahpenyair langit…
aku berpikir…!!!
Ooohh… begitu lembut penghuni alam
melantungkan seruling dzikir sebagai penenang jiwa..
Dikala dinginnya angin malam
menghembus tenggorokan dahaga..
aku berpikir…!!!
Sungguh adil tercipta keindahan dan cinta wahai penguasa langit…
hingga…!!!
tanpa sadar, sembari terhanyut ayunan dzikir dedaunan…
Aku bersaksi…!!!
oooh.. pengusa langit…
penggenggam jiwa…
di tangan-Mu, kehidupan nan kematian tercatat…
dalam kekuasaan-Mu, keindahan tergenggam…
izinkan aku menatap syukur nikmat-Mu.
Ahad, 16 Agust 2009
Aba Hans..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar